Tak Berkategori

Ngabuburit Rasa Literasi Komunitas Ngejah 1441 H

0

Dalam rangka melakukan gerakan literasi, Komunitas Ngejah memiliki setumpuk program kegiatan, salah satunya adalah acara Ngabuburit Rasa Literasi sebagai program kerja tahunan yang biasa digelar saban bulan Ramadhan. Pada tahun-tahun yang lalu, kegiatan ini digelar dalam bentuk diskusi dan atau pelatihan yang dilaksanakan di Saung Komunitas Ngejah. Namun pada tahun ini, kegiatan dalam bentuk yang sama tidak mungkin digelar karena bumi sedang diguncang oleh wabah menakutkan yang bernama corona. Sebagai bentuk pencegahan terhadap meluasnya wabah corona, semua kegiatan dalam bentuk tatap muka, termasuk layanan membaca dan peminjaman buku, untuk sementara ditutup. Hal ini kemudian membuat pengurus Komunitas Ngejah mencari cara lain untuk menggelar acara Ngabuburit Rasa Literasi.

Formula yang kemudian dipilih adalah dengan menyelenggarakan acara Ngabuburit Rasa Literasi dalam bentuk siaran langsung melalui akun instagram komunitas_ngejah. Siaran langsung ini berupa ngobrol atau dikusi santai dengan beragam tema yang selalu dikaitkan dengan urusan literasi. Kegiatan digelar selama 14 hari lamanya, yakni sejak tanggal 16-29 Ramadhan 1441 H, atau 9-22 Mei 2020.

Sederet nama baik individu ataupun komunitas sudah dan akan mengisi acara ini. Komunitas Tadabur Tasela sebuah komunitas tadarus buku yang dihuni beberapa orang guru SD di Tasikmalaya bagian selatan, Akbar seorang mahasiswa ITB yang juga pegiat literasi dengan setumpuk prestasi, Elis Hamidah mahasiswi Alazhar yang sudah menerbitkan dua buah buku, Komunitas Tanya Sejarah Bandung, Buku untuk Papua yang berduet dengan Forum Literasi Sorong Raya, adalah para pihak  yang sudah ikut meramaikan acara ini. Menyusul akan hadir dalam siaran langsung, Abah Erza seorang guru bahasa Inggris sekaligus teman belajar VOB (Band yang menarik perhatian media nasional dan internasional), Palupi seorang mahasiswa S2 UPI yang juga pegiat literasi dengan sederet prestasi, Kak Cahyo seorang Dosen PGPAUD Universitas Trilogi Jakarrta yang juga pegiat literasi, Khatami seorang relawan Komunitas Ngejah yang kini menjadi konsultan Bumdes di Yogyakarya, Deri Hudaya seorang penyair merangkap dosen dan petani, Dwi seorang mahasiswi S3 di Tiongkok yang akan berkisah kegiatannya di sana selama masa pandemi, para alumni Pelatihan Jurnalistik Pelajar Komunitas Ngejah yang akan berbagi cerita ihwal aktivitas literasinya, serta Nanda seorang mahasiswa S2 di Nagoya Jepang yang akan berbagi cerita tentang cara meraih beasiswa. Adapun panitia acara ini adalah anggota, relawan serta pengurus Komunitas Ngejah, yang juga secara sukarela bergiliran menjadi moderator ngobrol santai. Dalam hal ini, panitia sengaja membuat grup wa untuk menyiapkan segala kebutuhan acara. Koordinasi biasa digelar bada tarawih dengan dipimpin oleh Neng Rifa dan Novia Katan sebagai pasangan ketua dan sekretaris kegiatan.

Menurut Neng Rifa sebagai ketua pelaksana yang kini tinggal di Bandung, semangat untuk melakukan gerakan literasi harus terus menyala meski kita sedang dikepung wabah corona. Pernyataan ini diamini oleh panitia yang lain dalam bentuk sikap serius mempersiapkan dan mengevaluasi setiap sesi Ngabuburit Rasa Literasi. ***NTA

rublik

Pelatihan Jurnalistik Pelajar IX

Previous article

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *