Penampilan Ngejah Junior di GRCC

Oleh: Kaila Amanda Yani

            Hallooo teman-teman…
Perkenalkan nama saya Kaila Amanda Yani. Saya termasuk anggota Ngejah Junior. Alhamdulillah… Kali ini saya dan teman-teman Ngejah Junior mendapat kesempatan untuk tampil di GRCC. Teman-teman tahu gak GRCC itu apa? Kata Pak Opik, GRCC merupakan singkatan dari Gramedia Reading Community Competition. Nah, Komunitas Ngejah menjadi pemenang GRCC pada tahun 2016. Di tahun itu, Komunitas Ngejah mendapat Juara 1 dan Juara Favorit. Bagi TBM yang menjadi pemenang, maka di tahun berikutnya diberikan kesempatan untuk tampil di malam penganugerahan GRCC.
 
Tepatnya pada tanggal 27 s.d 30 September 2018 acara GRCC akan berlangsung di Bogor dan Jakarta. Kami berempat berangkat ke Jakarta pada Kamis pagi harinya. Ngejah Junior diwakili oleh Annaba, Meila, Najla, dan saya sendiri Kaila. Pagi-pagi sekali kami sudah bersiap-siap untuk berangkat, dari Saung Komunitas Ngejah, kami dibimbing oleh Kak Budi Iskandar. Mobil yang kami pakai juga sudah siap di depan Saung Komunitas Ngejah. Mobil ini disupiri oleh Uwa Yudi yang tidak lain adalah Ayahnya Najla. Uwa Yudi bergantian menyetir bersama Uwa Eron (Ayahnya Annaba). Kami berangkat pukul 07.30 WIB. Masing-masing kami membawa baju untuk pentas, yaitu baju kebaya dan pakaian pangsi, kaos Ngejah Junior, dan beberapa pakaian ganti. Kami berpamitan kepada keluarga dan orang tua masing-masing.
Dalam perjalanan, kami saling bercerita dan bernyanyi bersama. Tetapi ternyata perjalanannya sangat jauh dan ini membuat saya serta Annaba menjadi tidak enak badan. Kemudian kami berhenti sejenak di Masjid untuk beristirahat dan makan siang. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke Bandung, kami terlebih dahulu menjemput Presiden Komunitas Ngejah yang sedang kuliah di UPI Bandung. Semuanya sudah berkumpul, kami langsung meluncur ke tempat penginapan yang berada di Bogor tepatnya di Vila Talaga Cikeas.
Sesampainya di Vila, kami disambut oleh Kak  Zaz, Panitia GRCC. Kemudian langsung diarahkan menuju kamar, letak kamar kami berada di paling bawah. Kamarnya besar, terbuat dari kayu dan batu. Kamar kami berdekatan dengan dapur. Setelah membereskan barang-barang, kami menuju tempat latihan. Semua peserta sudah berkumpul di ruang Aula. Kami bertemu dengan teman-teman literasi seluruh Indonesia.  Dari Komunitas Ngejah diwakili oleh saya dan Meila untuk berlatih bernyanyi dan menari. Lagu dan tarian yang dibawakan, yaitu lagu Indonesia Raya dan Dari Sabang Sampai Merauke. Lagu dan tarian ini akan ditampilkan pada acara pembukaan.
Acara yang dinanti tiba, pagi-pagi sekali kami bersiap menuju Balai Kartini. Sesampainya di Balai Kartini, kami langsung Geladi Resik. Setelah itu diarahkan ke ruang make up dan berganti kostum untuk tampil. Wah, ternyata kami tampil di sebuah ruangan yang sangat besar dengan banyak penonton. Detik itu adalah detik yang paling menegangkan, pertama kalinya saya tampil di panggung yang sangat menakjubkan. Secara bergantian kami tampil. Penampil pertama adalah musik perkusi dari TBM Kudi yang barasal dari Jawa, yang kedua TBM Bibinoy dari Halmahera menampilkan tarian daerahnya, yang ketiga penampilan TBM Ar-Rasyid  yang berasal dari Aceh. Kemudian diselingi pengumuman pemenang GRCC. Selanjutnya penampilan keempat dari TBM Taotoba yang berasal dari  Medan, Sumatera Utara. Kelima, penampilan dari TBM asal Jogyakarta. Keenam, penampilan dari TBM yang berasal dari Palu.
Nah, tibalah saatnya penampilan dari kami yaitu Ngejah Junior. Kami menampilkan Dramatisasi Puisi yang diiringi oleh musik. Penampilan pertama puisi yang dibacakan oleh saya dan Annaba berjudul Jagat Alit karya Godi Swarna, penampilan kedua puisi yang dibacakan oleh Najla  berjudul Aku karya Chairil Anwar, penampilan ketiga puisi yang dibacakan oleh Meila berjudul Aku Mendengar Suara karya WS. Rendra. Alhamdulillah penampilan kami berjalan lancar, hanya terdapat sedikit kesalahan dan tidak mengurangi sorak-sorai penonton yang bertepuk tangan. Kami sangat lega karena sudah menampilkan yang terbaik. Akhirnya latihan kami tidak sia-sia.
Setelah kami, masih banyak penampilan dari TBM lainnya, seperti TBM dari Lombok, TBM Tanah Ombak Padang diselingi oleh pengumuman donasi untuk korban Gempa Lombok. Akhirnya semua rangkaian acara terlewati. Tak lupa kami berfoto dengan Kang Maman dari ILK dan teman-teman pegiat literasi lainnya.
Lalu kami kembali ke Vila Talaga Cikeas, beristirahat sejenak sambil diberitahu kalau besok akan ada Out Bound di lapangan terbuka. Setelah Out Bound kami berpamitan dan kembali ke TBM masing-masing. Ternyata kami tak langsung pulang ke Komunitas Ngejah, tetapi Pak Opik mengajak kami ke 1001 Buku. Di sana kami melihat banyak koleksi buku dan membacanya. Kami juga diberi beberapa buku. Sebelum pulang kami sempatkan untuk jalan-jalan ke Pasar Senen membeli oleh-oleh untuk teman-teman dan keluarga di rumah. Wah, ternyata kami pulang tidak menggunakan mobil tetapi menggunakan Kereta Api. Naik Kereta Api ternyata mengasyikkan. Tak terasa kami sudah sampai di Stasiun Tasikmalaya.
Kami beristirahat di kosan Teh Vita, kemudian berjalan-jalan keliling kota Tasikmalaya, main di kolam berenang dan bergegas menuju pulang. Alhamdulillah ini adalah perjalanan paling menyenangkan. Semoga nanti bisa jalan-jalan dan tampil di panggung megah lagi ya. Aku sangat menanti moment ini lagi. Salam dari Ngejah Junior. Semangat!

Sukawangi, 21 Januari 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *