Pergi untuk Kembali


Karya: Gesti Rahmah Sejenak melihat langit kelam bertabur bintang Sejenak rasakan angin berhembus melintang Sejenak pejamkan mata saat dunia ini begitu menantang “sejenak” itulah kehidupanku dulu Sebuah suasana yang kurindu Kudapat dengan mencuri waktu Dari arena bermain dan belajarku Ah, tapi sayangnya itu dulu Sebelum aku berhasil menerjal jalan berliku Hingga tiba di jalan yang […]

Iseng-Iseng Dewasa


Karya: Deri Hudaya Hari sudah malam. Meja sudah malam. Kursi sudah malam. Pintu. Jendela. Pistol mainanku. Sudah malam. Ayah sudah tidur. Pulas dengan suara dengkuryang terdengar dahsyat. “Ade, jangan coba-coba menggangguayah, ya,“ bisik ibu. “Dalam mimpinya, ayahpasti lagi bertempur.” Pikiranku, saat itu belum mau mengerti.Apakah ayah sedang bertempur melawan batuknya,atau kesengsaraannya yang juga ikut kami rasakan,ataukah […]

Mencari Eli


Karya : Nero Taopik Abdillah Kata ibu, tak ada daftar nama pasti sebelum semuanya benar-benar nyata termasuk adam, ia tak mengira   bahwa qobil dan iqlima serta 19 pasang nama akan dilahirkan dari rahim seorang perempuan bernama hawa semacam dengung, lalu tenung dan kau serupa satu-satunya nama bercetak miring pada paragraf-paragraf yang membentuk narasi perjalanan […]

Puisi Deri Hudaya


Candu Dan Trauma Bergelas madu yang kau tawarkan, kueja Dari balik selimut biru yang bolong dan usang. Arah mata angin pada setiap kalimat bijak Mengelupas dari dinding kamar. Sampai aku takut sekaligus ingin lebih Dari sekedar mencintamu saat itu juga. Kau datang berulang. Aku tak bisa mengelak. Jadilah aku seorang budak dan kau hewan gembala, […]

PUISI-PUISI NERO TAOPIK ABDILLAH


Nusaluka Nusaluka, kampung kami yang sorga menjadi pusara air, tanah, udara meremas-remas dada sementara bangsa ini terlanjur menjadi bangsa pelancong mencari nenek moyang ke negeri orang Irrhamna Ya Arrhamarrohimiin Tuhan berapa hektar tanah yang harus kami gadaikan untuk menabur benih pedih. Sedang air mata kerontang menggantikan gelombang Garut, 31 Oktober 2010 Muharam Malam ini hujan, […]

Menjumpai Ibu


Puisi Nero Taopik Abdillah Kemarin anak-anak saling menghunus parang membasuh ibu dengan amarah dan darah Sengaja aku menemui ibu dengan napas yang singkat meraba udara panas, bercakap dengan sepasukan laron yang hinggap di gelas-gelas kopi serta sajak yang tegap berdiri di tengah kemenangan sepasang turis lokal yang mengusung peta ke pusat kota Reklame, aku tak […]

NOURA


Sajak Nero Taopik Abdillah Sesak pengap, kereta api melaju ke arah matahari dengan nyala api yang berloncatan dari degup dadaku. Adalah matamu yang kemudian berpapasan di ruangan sempit, antara gerbong delapan dan sembilan. aku mengenalimu sepanjang malam sepanjang perjalanan, berenang-renang pada kedalaman cekung matamu, mendaki lengkung alis matamu, hingga sampailah pada puncak-puncak malam, merasakan haus […]

Sebelum Sunset Tenggelam Di Tenggorokan


telah tumbuh bunga-bunga berkepala putik mengembangkan senyum di pasar kelamin. benang sari ngorok di tong sampah, lantaran fatamorgana menjelma arah mata angin di televisi, di majalah, dan di jalan-jalan. kami yang menyaksikan penuh gelisah sama-sama dimurkai Tuan tanah. kali ini aku ingin bersuci dengan nanah dan darah, dari mayat-mayat yang telah menjelma sebagai keran air […]

Sajak Tukang Dagang


Hiji jalma maké papakéan ruwak-rawék Lumpat tibabaranting. Manéhna nyorowok Mapakan gerungna mesin-mesin citakan duit: “Gera beuli dagangan kuring. Baju hideung, calana hideung, sarta payung hideung. Pangéran geus maot tadi peuting. Nalika bulan keur Meujeuhna molotot. Gera beuli dagangan kuring! Naha moal nyekar?” Manéhna ngiles tina tungtung teuteupan, Nyorang pudunan. Nuju lemah pajaratan. Galura, 1 Mei […]

Sajak Roko


Ieu ketak lir haseup roko Nunutur bujur angin kamana boa Mangpirang lolongkrang ngabangkarak Pagaliwota reujeung kekebul dunya Tinggal kuntung kaduhung Anu nanceb mangrupa tetengger Singajaya, 2010 Deri Hudaya Kelahiran Singajaya, 3 september 1989. Sejak 2008 tercatat sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa Dan Sastra Sunda. UPI Bandung